Minggu, 31 Juli 2011

Cara Budidaya Bawang Merah


Teknik Mudah Budidaya Bawang Merah


Pedoman Teknis a. Pemilihan BibitBibit bawang merah dipilih yang sehat : warna mengkilat, kompak/tidak keropos, kulit tidak luka dan telah disimpan 2-3 bulan setelah panen). Kultivar atau varietas yang dianjurkan adalah : - Dataran rendah :
Kuning, Bima Brebes, Bangkok, Kuning Gombong, Klon No. 33, Klon No. 86. - Dataran mediun atau tinggi : Sumenep, Menteng, Klon No. 88, Klon No. 33, Bangkok2. b. Kultur Teknis Pembuatan bedengan untuk pertanaman bawang merah dilakukan sebagai berikut : - Pada Lahan bekas sawah Dibuat bedengan dengan lebar 1.50-1.75 m. Diantara bedengan dibuat parit dengan lebar 0.5 m dan kedalaman 0.5 m. Tanah di atas bedengan dicangkul sedalam 20 cm sampai gembur. - Pada Lahan kering Tanah dicangkul atau dibajak sedalam 20 cm sampai gembur. Dibuat bedengan dengan lebar 1.20 m dan tinggi 25 cm. Jarak tanam bawang merah pada musim kemarau 15x15 cm atau 15x20 cm, sedang pada musim hujan 15x20 cm atau 20x20 cm. Jika pH tanah kurang dari 5.6, dilakukan pengapuran dengan menggunakan Kaptan atau Dolomit minimal 2 minggu sebelum tanam dengan dosis 1-1.5 ton/ha. c. Pemupukan Pupuk dasar diberikan 1 minggu sebelum tanam yaitu 15-20 ton.ha pupuk kandang atau 5-10 ton/ha kompos matang ditambah 200 kg/ha TSP. Pupuk disebar dan diaduk rata sedalam lapisan olah. Jika umur simpan bibit yang akan ditanam kurang dari 2 bulan, dilakukan "pemogesan" (pemotongan ujung umbi) kurang lebih 0.5 cm untuk memecahkan masa dormansi dan mempercepat pertumbuhan tunas tanaman. Kemudian umbi bibit ditanam dengan cara membenamkan seluruh bagian umbi. Penyiraman dilakukan sesuai dengan umur tanaman : - umur 0-10 hari, 2 x/hari (pagi dan sore hari) - umur 11-35 hari, 1 x/hari (pagi hari) - umur 36-50 hari, 1 x/hari (pagi atau sore hari) Pemupukan susulan dilakukan pada umur 10-15 hari dan umur 30-35 hari setelah tanam. Jenis dan dosis pupuk yang diberikan adalah : Urea 75-100 kg/ha, ZA 150-250 kg/ha, Kcl 75-100 kg/ha. Pupuk diaduk rata dan diberikan di sepanjang garitan tanaman. Penyiangan minimal dilakukan dua kali/musim, yaitu menjelang dilakukannya pemupukan susulan. 3. Pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan) a. Hama ulat bawang (Spodoptera spp). Serangan hama ini ditandai dengan bercak putih transparan pada daun. Pengendaliannya adalah : - Telur dan ulat dikumpulkan lalu dimusnahkan - Pasang perangkap ngengat (feromonoid seks) ulat bawang 40 buah/ha - Jika intensitas kerusakan daun lebih besar atau sama dengan 5 % per rumpun atau telah ditemukan 1 paket telur/10 tanaman, dilakukan penyemprotan dengan insektisida efektif, misalnya Hostathion 40 EC, Cascade 50 EC, Atabron 50 EC atau Florbac. b. Hama trip (Thrips sp.) Gejala serangan hama thrip ditandai dengan adanya bercak putih beralur pada daun. Penanganannya dengan penyemprotan insektisida efektif, misalnya Mesurol 50 WP atau Pegasus 500 EC. c. Penyakit layu Fusarium Ditandai dengan daun menguning, daun terpelintir dan pangkal batang membusuk. Jika ditemukan gejala demikian, tanaman dicabut dan dimusnahkan. d. Penyakit otomatis atau antraknose Gejalanya : bercak putih pada daun, selanjutnya terbentuk lekukan pada bercak tersebut yang menyebabkan daun patah atau terkulai. Untuk mengatasinya, semprot dengan fungisida Daconil 70 WP atau Antracol 70 WP. e. Penyakit trotol Ditandai dengan bercak putih pada daun dengan titik pusat berwarna ungu. Gunakan fungisida efektif, antara lain Antracol 70 WP, Daconil 70 WP, dll untuk membasminya. 4. Panen dan Pasca Panen - Untuk bawang konsumsi, waktu panen ditandai dengan 60-70% daun telah rebah, sedangkan untuk bibit kerebahan daun lebih dari 90%. Panen dilakukan waktu udara cerah. Pada waktu panen, bawang merah diikat dalam ikatan-ikatan kecil (1-1.5 kg/ikat), kemudian dijemur selama 5-7 hari). - Setelah kering "askip" (penjemuran 5-7 hari), 3-4 ikatan bawang merah diikat menjadi satu, kemudian bawang dijemur dengan posisi penjemuran bagian umbi di atas selama 3-4 hari. Pada penjemuran tahap kedua dilakukan pembersihan umbi bawang dari tanah dan kotoran. Bila sudah cukup kering (kadar air kurang lebih 85 %), umbi bawang merah siap dipasarkan atau disimpan di gudang.Kemasan bawang 5. Usahatani Bawang Merah Penggunaan input pada usahatani bawang merah dilakukan secara intensif. Input tertinggi pada tenaga kerja (37% tinggi). Sedangkan input bibit (33%) menempati urutan kedua di dataran rendah dan kedua di dataran tinggi adalah input pestisida (15 %). Kriteria kualitas yang dikehendaki oleh konsumen rumah tangga adalah : - Umbi berukuran besar - Bentuk umbi bulat - Warna kulit merah keunguan - Umbi kering askip Sedangkan konsumen luar (untuk ekspor) yang dikehendaki adalah : - Umbi berukuran besar - Bentuk umbi bulat - Wana kulit merah muda - Umbi kering lokal

http://www.deptan.go.id/teknologi/horti/tbw_merah.htm

Selasa, 07 Desember 2010

Ayam Pedaging


Ternak Ayam Pedaging


Memilih Varietas Ayam

Suatu varietas ayam adalah suatu ras atau family dari ayam yang memiliki kesamaan umum dalam hal ukuran, bentuk atau profil, dan pembawaan. Semua ayam dalam satu varietas akan memiliki karakteristik yang sama yaitu: warna kulit, Varietas ini selanjutnya dibagi ke dalam beberapa kelas. Kelas ayam yang sudah banyak dibudidayakan pada umumnya diberi nama yang dikaitkan dengan tempat asalnya, misalnya American, Asiatic, English, Mediteranian, dan semacamnya.


Untuk memulai usaha kecil-kecilan di bidang peternakan ayam, ada tiga jenis varietas yang bisa dipilih berdasarkan tujuan pemeliharaannya, yaitu: ayam petelur, ayam pedaging atau ayam potong, dan ayam berfungsi ganda untuk kedua maksud tersebut.

Ayam petelur - Ayam ini tubuhnya relatif lebih kecil. Produksi telurnya antara 250 sampai 280 butir per tahun. Telur pertama dihasilkan pada saat berumur 5 bulan dan akan terus menghasilkan telur sampai umurnya mencapai 10 - 12 tahun. Umumnya, produksi telur yang terbaik akan diperoleh pada tahun pertama ayam mulai bertelur. Produksi telur pada tahun-tahun berikutnya cenderung akan terus menurun.

Ada dua pilihan untuk ayam petelur ini yang dibedakan dari warna telurnya, yaitu:

Ayam petelur dengan telur berwarna putih yang terbaik adalah dari Jenis ras Leghorn. Hanya saja ayam ini suka terbang dan sangat berisik. Jenis ras lainnya yang menghasilkan telur putih diantaranya adalah Minorcas. Anconas, dan California White.

Sedangkan ayam peterlur dengan telur berwarna coklat yang terbaik adalah dari Jenis ras Production Red. Ayam hibrida ini adalah hasil perkawinan silang dari ayam petelur Rhode Islands Red dan New Hampshire. Sedangkan ayam ras Rhode Islands Red dan New Hampshire sendiri sudah tergolong sebagai ayam petelur yang baik dalam menghasilkan telur berwarna coklat.

Ayam pedaging - Ayam silang Cornish Rock adalah ayam pedaging yang tergolong terbaik pada saat ini. Ayam ini merupakan hasil silang dari Cornish dan Plymouth Rock. Ayam pedaging lainnya yang tergolong baik adalah dari jenis ras Brahmas, Cochins, dan Cornish. Ayam pedaging yang baik adalah ayam yang mengkonsumsi dua kilogram pakan untuk menghasilkan satu kilogram berat tubuhnya. Ayam betina pada umumnya djual ke pasar pada saat beratnya mencapai antara satu tiga per empat kg sampai dua setengah kg sedangkan ayam jantan antara tiga kg sampai empat kg. Ayam yang semakin cepat pertumbuhannya maka semakin ekonomis unuk dipelihara.

Ayam berfungsi ganda - Ayam pada jenis ini merupakan campuran antara ayam petelur dan ayam pedaging. Dominiques, Plymouth Rocks, Sussex, Orpington, and Wynadottes adalah beberapa ras ayam dari ayam berfungsi ganda. Ayam kampung di negara kita adalah termasuk pada jenis ini.Telur ayam jenis ini berwarna coklat dan mereka membesarkan sendiri anak-anaknya. Pada umumnya mereka tidak menghasilkan berat tubuh secepat ayam pedaging dan juga tidak menghasilkan telur sebanyak ayam petelur. Ayam ini berciri khas sebagai ayam yang dipelihara di halaman belakang rumah. Peternak akan memperoleh telur ayam untuk konsumsi sehari-hari disamping sesekali memperoleh daging ayam jantan dari kelebihan jumlah yang diperlukan dan daging ayam-ayam tua yang sudah tidak produktif lagi.

Pertimbangan lain dalam memilih jenis varietas ayam adalah kondisi cuaca lokal di tempat peternakan berada.

Ayam yang berbulu tebal akan lebih cocok dipelihara ditempat yang bercuaca lebih dingin dari pada ayam yang berbulu tipis. Orpingtons, Brahmas, Cochins. Plymouth Rocks, Rhode Island Reds dan Wyandottes adalah ayam-ayam yang berbulu tebal yang berarti cocok pada cuaca dingin. Leghorn, Minorca, Andalusian, Hamburgs dan ayam Mediterranean lainnya akan lebih baik dipelihara pada tempat-tempat yang bercuaca lebih hangat.

Untuk lebih jelasnya dalam menentukan varietas yang cocok dengan cuaca lokal di tempat Anda, sebaiknya dikonsultasikan pada Dinas Peternakan Ayam setempat atau perusahaan ternak ayam terdekat.

Lebih lanjut, sebaiknya dibiasakan membeli anak ayam yang berkualitas sesuai kebutuhan. Apabila anak ayam dibeli dari perusahaan peternakan ayam, mintalah sekalian divaksinasi terhadap penyakit Marek. Vaksinasi ini sebaiknya dilakukan segera setelah anak ayam dientaskan agar sepanjang hidupnya tercegah dari serangan penyakit Marek yang sangat mematikan. Untuk broiler atau ayam pedaging, agar lebih murah harganya, pilihlah anak ayam yang belum diseleksi kelaminnya (straight-run).

Hendaknya diingat bahwa pada waktu memilih varietas ayam ini apabila ada yang cocok jangan dulu langsung dibeli. Anggap saja Anda berada dalam tahapan sedang melakukan survey, bukan sedang membeli. Pembelian anak ayam sebaiknya dilakukan apabila segala persiapan untuk kedatangan anak ayam telah selesai dikerjakan, karena apabila belum siap maka risiko kematian anak ayam yang baru dibeli tersebut akan sangat tinggi.

http://www.peternakan.com/Tip/Ayam/topik01.html

Rabu, 02 Juni 2010

Kolam Ikan Mas Koi Minimalis


Kolam Ikan Minimalis


Kini, setelah mengetahui posisi, bentuk, dan ukuran kolam, Anda hanya membutuhkan sedikit ketekunan dan kesabaran membuat kolam ikan minimalis. Berikut ini langkah praktisnya:

- Potong dan hilangkan rumput dari area yang direncanakan untuk membuat kolam. Jangan dibuang semua, tetapi sisihkan untuk dimanfaatkan sebagai penghias jika sewaktu-waktu diperlukan agar lebih variatif.

- Galilah tempat tersebut dengan tingkat landas secukupnya hingga mencapai ukuran bak kolam.

- Siapkan bak kolam yang terbuat dari bahan fiberglass. Posisikan bak kolam ke dalam lubang yang digali sesuai bentuk yang diinginkan.

- Aturlah sedemikian rupa agar kolam benar-benar siap digunakan. Pukul kuat-kuat dasar kolam agar padat.

- Tambahkan air mancur bila diinginkan sebagai pemanis. Untuk membuat air mancur, siapkan pipa kecil berdiameter 4-5 cm dan hubungkan dengan water pump khusus kolam ikan.

- Sebagai finishing, untuk menambah keindahan kolam, Anda bisa membuat kalung dari batu yang mengelilingi taman kolam. Agar terkesan berbaur dengan lanskap alam sekitar, maka pertimbangkan tanaman air seperti lili dan teratai untuk memberi kesan alami.

- Anda pun bisa menanam tanaman akar telanjang langsung ke kerikil atau tempat tanaman dengan beberapa tanah masih menempel ke kerikil. Ini akan membantu tanaman untuk tumbuh lebih cepat.

- Mulailah mengisi air dengan suhu 24-30 derajat celsius, lalu masukkan ikan sesuai keinginan Anda.

http://properti.kompas.com/read/2011/07/14/22270968/Sim.Salabim.Jadi.Kolam.Ikan.Minimalis.

Minggu, 06 September 2009

Cara Berhasil Beternak Ayam Petelur


Beternak Ayam Petelur


Ayam petelur adalah ayam betina yang khusus di ambil telurnya. Ayam petelur dapat mendatangkan penghasilan yang lumayan jika dilakukan secara intensif.

Berikut ini adalah jenis-jenis ayam petelur:

Ayam petelur ada dua jenis, yaitu Ayam petelur medium dan ayam petelur ringan.


1. Ayam Petelur Medium

Ayam petelur medium cirinya khasnya adalah bobotnya yang cukup berat. Ayam petelur medium dapat memproduksi telur yang cukup tinggi. Dagingnya juga cukup banyak sebab bentuk badannya yang cukup besar.

Oleh sebab itulah ayam petelur medium juga di sebut sebagai ayam dwi guna, artinya ayam yang memiliki manfaat ganda yaitu dapat menghasilkan telur dan dapat menghasilkan daging.

Ayam petelur medium umumnya berbulu coklat dan telur yang dihasilkan juga berwarna coklat. Harga telur coklat umumnya harganya lebih mahal disbanding telur yang berwarna putih sebab yang berwarna coklat bobotnya lebih berat dari yang berwarna putih. Walaupun nilai gizinya sama umunya orang lebih menyukai yang berwarna coklat daripada yang berwarna putih.


2. Ayam Petelur Ringan

Ayam petelur putih adalah sebutan yang lain bagi ayam petelur ringan. Ciri-cirinya sebagai berikut :

- Bulu berwarna putih.

- Badan ramping.

- Mata bersinar

- Jengger berwarna merah.

Ayam petelur ringan mampu menghasilkan lebih dari 260 butir telur per tahun. Ayam petelur ringan mempunyai kelemahan meskipun produksi telurnya cukup banyak. Yaitu sangat peka terhadap keributan dan cuaca yang panas, ayam ini juga mudah kaget, jika kaget maka produksi telurnya menurun.

Penyiapan Bibit

Induk yang memiliki sifat-sifat unggul dapat menghasilkan bibit yang berkualitas.

Adapun sifat-sifat unggul yang harus dimiliki calon induk adalah sebagai berikut.

- Masa betelurnya dalam kurun waktu yang lama.

- Pertumbuhan badannya sangat bagus.

- Daya tahannya terhadap penyakit cukup kuat.

- Konversi ransum atau konversi makanannya rendah. Konversi ransum adalah perbandingan antara berat ransum yang dihabiskan dan berat telur yang dihasilkan.

- Produktivitas dan bobot telur yang dihasilkan cukup tinggi.

- Bulu-bulunya terlihat halus dan penuh.

- Tubuh tampak sehat dan tidak memiliki cacat.

- Mempunyai ukuran tubuh yang normal, dengan bobot antara 35 – 40 gram.

- Memiliki nafsu makan yang baik.

- Di duburnya tidak terdapat bekas tinja.

Pemberian Pakan

Ayam petelur memiliki dua fase, yaitu fase starter (umur 0 – 4 minggu) dan fase finisher (umur 4 – 6 minggu). Pemberian pakan dibedakan menurut fase umur tersebut. Perbedaannya terletak pada persentase zat gizi dan kuantitas pakan.

1. Pakan Fase Starter

Pakan fase starter tediri atas: protein 22 – 24%, lemak 2,5%, serat kasar 4%, kalsium 1%, dan fosfor 0,7 – 0,9%.

Kuantitas pakan dibedakan menurut golongan umur, yakni sebagai berikut.

* Minggu pertama (umur 1 – 7 hari): 17 gram/hari/ekor.

* Minggu kedua (8 – 14 hari): 43 gram/hari/ekor.

* Minggu ketiga (umur 15 – 21 hari): 66 gram/hari/ekor.

* Minggu keempat (umur 22 – 29 hari): 91 gram/hari/ekor.

2. Pakan Fase Finisher

Pakan fase finisher terdiri atas: protein 18,1 – 21,2%, lemak 2,5%, serat kasar 4,5%, kalsium 1%, dan fosfor 0,7 – 0,9%.

Kuantitas pakan dibedakan menurut golongan umur, yakni sebagai berikut.

* Minggu kelima (umur 30 – 36 hari): 111 gram/ hari/ ekor.

* Minggu keenam (37 – 43 hari): 129 gram/ hari/ ekor.

* Minggu ketujuh (umur 44 – 50 hari): 146 gram/ hari/ ekor.

* Minggu kedelapan (umur 51 – 57 hari): 161 gram/ hari/ ekor.

Selain pakan, ayam juga diberi minum. Air minum untuk hari pertama sebaiknya ditambah gula sebanyak 50 gram per 1 liter air dan obat antistres.

Pencegahan Penyakit

Serangan penyakit dapat dicegah dengan menjaga kebersihan kandang. Kandang harus selalu dibersihkan. Jika ada bagian yang rusak, harus segera diperbaiki.

Agar kebal dari penyakit yang disebabkan virus, ayam perlu diberi vaksinasi. Vaksinasi untuk ayam antara lain vaksin NCD, vaksin cacar, dan vaksin anti-RCD. Ayam yang akan divaksinasi harus dalam keadaan sehat. Dosis vaksin juga harus tepat. Selain itu, alat yang digunakan juga harus steril.

Pemanenan

Telur sebaiknya dipanen tiga kali sehari, yaitu pada pagi, siang, dan sore hari. Dengan demikian, kerusakan isi telur akibat virus dapat dihindari atau dikurangi. Telur selanjutnya diletakkan di atas egg tray (nampan telur). Telur abnormal harus dipisahkan dari telur normal.

Telur normal berbentuk oval, bersih, dan berkulit mulus. Beratnya sekitar 57,6 gram dengan volume 66 cc. Sementara telur abnormal adalah telur yang terlalu kecil, terlalu besar, bentuknya lonjong, atau kulitnya retak.

http://peluangusaha-oke.com/cara-beternak-ayam-petelur/

Sabtu, 08 Maret 2008

Teknis Pemancing Sukses - Mengenal Pola Makan Ikan


Tehnik dan Cara memancing yang Jitu


Pola makan ikan dapat mempengaruhi hasil pancingan anda, dengan mengetahui pola makan dari ikan sasaran anda anda bisa menentukan kapan sebaiknya anda memancing, seberapa dalam anda harus memasang umpan sehingga anda bisa merencanakan pemancingan dengan lebih baik.


Klasifikasi pola makan ikan berdasarkan tempat :

- Ikan perairan demersal, ikan ini banyak beraktifitas pada dasar kolam atau perairan. Contoh ikannya : ikan Lele, ikan Patin

- Ikan perairan tengah, Banyak beraktifitas di dasar dan tengah perairan dan hanya sesekali mengapung di permukaan untuk mencari makan. Contoh ikannya : ikan Tombro, Ikan Mas, Ikan Bawal

- Ikan permukaan atau pelagis, yakni ikan yang paling banyak beraktifitas di permukaan air dan sesekali ke tengah perairan. Contohnya : ikan Nila, ikan Gurami, ikan Mujair

- Ikan Menempel : yakni ikan yang memakan lumut yang menempel pada substrat ( benda di dalam air. Dan biasanya berada di dasar perairan contoh : ikan pembersih kaca, ikan Nilem

Klasifikasi pola makan berdasar waktu:

- Ikan yang beraktifitas pada siang hari. Yakni ikan Mas, ikan Nila, ikan Bawal, ikan Gurami, ikan Mujair

- Ikan yang beraktifitas pada malam hari ( nocturnal ). Jenis ikan ini paling banyak beraktifitas saat malam yaitu ikan Lele dan ikan Patin.

Klasifikasi pola makan berdasar jenis makanan :

- Ikan pemakan daging ( carnivora ) : ikan Lele dan ikan Gabus

- Ikan pemakan tumbuhan ( Herbivora ) : ikan Gurami, ikan Tawes

- Ikan pemakan segala ( Omnivora ) : jenis pemakan tumbuhan dan juga berbagai macam hewan dan serangga seperti laron, kroto dll. : ikan Mas , ikan Mujair, ikan Nila

- Ikan pemakan plankton ( plankton feeder ), contoh : ikan Sepat

Dengan memahami pola makan ikan mungkin anda bisa memancing dengan lebih sukses…siapa tahu.

http://pemancing.com/tag/kebiasaan-makan-ikan-nila

Kamis, 01 Februari 2007

Teh


Manfaat Teh dan segala khasiatnya


Sejak dulu teh memang terkenal memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Dengan meminum teh dapat membuat tubuh lebih relaks dalam menjalani aktivitas. Teh dapat dikonsumsi dengan berbagai cara,diseduh dengan air panas atau ditambah dengan es, sama nikmatnya. Bahkan ada jenis daun teh yang dapat dimakan.

Teh merupakan hasil pengolahan pucuk (daun muda) dari tanaman teh ( Camellia sinensis) yang dipakai sebagai bahan minuman. Ada berbagai legenda asal mula teh, namun yang terpopuler adalah legenda Kaisar Shen Nung dari provinsi Yunan-Cina pada tahun 2737 SM. Ketika sedang memasak air minumannya, dengan tidak sengaja sehelai daun yang berasal dari ranting kering yang dipakainya sebagai kayu bakar, terbang dan tercelup ke dalam ketel air. Air seduhan daun tersebut kemudian menghasilkan sebuah minuman baru yang beraroma khas yang hingga kini dikenal sebagi teh.

Teh yang baik dihasilkan dari bagian pucuk (pecco) ditambah 2-3 helai daun muda, karena pada daun muda tersebut kaya akan senyawa polifenol, kafein serta asam amino. Senyawa-senyawa inilah yang akan mempengaruhi kualitas warna, aroma dan rasa dari teh.

Dasar utama pengolahan teh adalah pemanfaatan oksidasi senyawa polifenol yang ada di dalam daun teh. Proses oksidasi ini lazim disebut fermentasi. Berdasarkan sifat fermentasinya, dikenal empat macam jenis teh, yaitu:

* Teh hitam (black tea)
Teh hitam mudah dikenali di pasaran karena warnanya hitam dan paling luas dikonsumsi. Dalam proses pengolahan diberi kesempatan penuh terjadi fermentasi (mengalami perubahan kimiawi sempurna sehingga hampir semua kandungan tanin terfermentasi menjadi theaflavin dan thearubigin) yang akan merubah warna daun teh dari hijau menjadi kecoklatan dan dengan proses pengeringan berubah menjadi hitam.
* Teh oolong
Umumnya diproduksi dari tanaman teh yang tumbuh di daerah semi tropis. Prosesnya sama seperti teh hitam, namun proses fermentasinya hanya sebagian (lebih singkat sekitar 30-70% dan perubahan berlangsung setengah sempurna sehingga masih mengandung sebagian tanin dan beberapa senyawa turunannya) sehingga warna dan aromanya di antara teh hitam dan teh hijau.
* Teh hijau (green tea)
Daun teh tidak diberi kesempatan fermentasi (hampir tidak mengalami proses perubahan kimia). Biasanya pucuk teh diproses langsung dengan panas/steam untuk menghentikan aktivitas enzim sehingga sama seperti raw leaf (daun teh awalnya), karena itu selain warnanya masih hijau juga masih mengandung tanin yang relatif tinggi.
* Teh putih (white tea)
Merupakan jenis teh terbaik karena untuk mendapatkannya, hanya diambil dari satu pucuk tiap satu pohon, yakni pucuk tertinggi dan utama. Kandungan antioksidan paling tinggi. Dalam prosesnya, daun teh dibiarkan layu secara alami sehingga warnanya menjadi putih.

Mutu teh merupakan kumpulan sifat yang dimiliki oleh teh, baik sifat fisik maupun kimianya. Kedua sifat ini telah dimiliki sejak masih berupa pucuk teh maupun diperoleh sebagai akibat teknik penanganan dan pengolahan yang dilakukan.

Kandungan senyawa kimia dalam daun teh terdiri dari tiga kelompok besar yang masing-masing mempunyai manfaat bagi kesehatan, yakni:


1. Polifenol

Polifenol merupakan antioksidan jenis bioflavonoid yang 100 kali lebih efektif dari vitamin C dan 25 kali dari vitamin E. Manfaatnya:

* Menurunkan kadar kolesterol
* Menurunkan tekanan dan kadar gula darah
* Membantu kerja ginjal dan mencegah terjadinya batu empedu
* Memperlancar pencernaan
* Melarutkan lemak dan mencegah kolesterol jahat

2. Kafein

Unsur kafein dalam teh jumlahnya lebih sedikit dibandingkan kopi. Manfaatnya:

* Bersifat sebagai mild stimulant pada sistem saraf pusat sehingga memperlancar sirkulasi darah ke otak
* Dengan minum teh secara teratur akan menaikkan tingkat ingatan, cognitive performance, feeling of pleasant dan mood.

3. Essential oil

Teh juga mengandung protein yang dirasakan besar peranannya dalam pembentukan aroma. Manfaatnya:

* Melarutkan lemak
* Memperlancar pencernaan dan peredaran darah

Ada berbagai manfaat teh terhadap kesehatan, diantaranya:

* Menurunkan resiko penyakit kanker
Berbagai studi menunjukkkan konsumsi teh berperan dalam menurunkan resiko penyakit kanker. Senyawa polifenol dalam teh mampu memberikan perlindungan terhadap zat karsinogenik. ECCG (epigallocatechin gallate) yang terdapat dalam teh hijau merupakan senyawa aktif yang berperan dalam mencegah terjadinya kanker.

Studi epidemiologis di Jepang menunjukkan penduduk yang mendiami daerah produsen utama teh hijau sangat sedikit tingkat kematiannya akibat kanker. Studi di Iowa, Amerika Serikat terhadap 35 ribu wanita pasca-menopause, melaporkan bahwa teh memiliki khasiat melawan kanker. Hasil studi tersebut menyimpulkan bahwa mereka yang mengkonsumsi minimal dua cangkir teh setiap harinya akan mengurangi resiko terhadap penyakit kanker kandung kemih (40%) dan kanker saluran pencernaan (68%) bila dibandingkan mereka yang tidak mengkonsumsi teh.

Teh dapat mencegah dan menyembuhkan gangguan pada ginjal karena mampu menetralisir radikal hidroksil yang menyebabkan gangguan metabolisme protein pada ginjal.
* Menurunkan resiko terjadinya penyakit kardiovaskular
Penyakit kardiovaskular antara lain terkait dengan kadar lipid (lemak) darah dan tekanan darah. Beberapa studi telah menunjukkan bahwa teh memiliki khasiat menurunkan resiko penyakit kardiovaskular dengan menurunkan kadar tekanan

http://www.bmca-pusat.com/component/content/article/44-artikel-bmca/76-manfaat-teh.html