Tampilkan postingan dengan label Entertainment. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Entertainment. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2012

Hah ! Bu Guru Ketahuan Main Film Porno ?!

California, Astaga! Seorang wanita yang menjadi guru di Amerika Serikat kedapatan bermain film porno. Otoritas pendidikan setempat kini tengah mempertimbangkan tindakan apa yang akan diambil terhadap guru tersebut.

Sebelumnya, guru di Sekolah Menengah Richard B. Haydock di Oxnard, California itu telah diliburkan pada Senin, 5 Maret waktu setempat. Dalam kontrak kerja bu guru tersebut tidak ada klausul mengenai kejahatan moral.

Namun Kepala Distrik Sekolah Oxnard, Jeff Chancer mengatakan, Pasal Edukasi California mencantumkan syarat-syarat kerja yang bisa menyebabkan guru tersebut dipecat.

Kasus ini mencuat setelah para siswa SMP di sekolah tersebut melaporkan bahwa guru yang tidak disebutkan namanya itu bekerja sampingan sebagai bintang porno. Laporan itu awalnya tidak diacuhkan pihak sekolah karena mereka tidak menemukan gambar-gambar bu guru tersebut di internet.

Namun penyelidikan kemudian kembali dilakukan setelah sejumlah guru menunjukkan sejumlah video esek-esek yang diunduh dari smartphones.

"Saya melihat sebagian video itu," kata Chancer. "Itu pornografi hardcore," imbuhnya seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (9/3/2012).

Menyusul temuan itu, pihak distrik mengirimkan surat untuk para orangtua murid SMP tersebut yang isinya meminta agar anak-anak mereka tidak mencari gambar guru tersebut di internet.

"Diduga bahwa salah satu guru kami muncul dalam setidaknya satu video porno dan kemungkinan di video-video lainnya di internet," kata Chancer dalam surat untuk para orangtua murid tersebut.

Chancer tidak bersedia mengatakan apakah bu guru tersebut mengakui atau membantah tentang kemuculannya dalam video syur tersebut.

Pihak Departemen Kepolisian Oxnard telah diberitahu mengenai hal ini. Namun sejauh ini belum ada investigasi kriminal yang dilakukan polisi.


Durasi Hubungan Seks yang Lama dan Sering

Konsultasi dokter

TANYA :

Saya seorang suami yang sehat jasmani maupun rohani berusia 32 tahun dan istri 24 tahun. Yang saya ingin tanyakan, normalkah jika lamanya bercinta saya bisa lebih dari setengah jam, dan bila pada saat melakukan hubungan intim istri selalu mengalami klimaks sampai 3 atau 4 kali.

Saya kasihan melihat istri saya, dia selalu bilang sama saya jangan lama-lama. Tapi istri saya menikmatinya sampai semua posisi pernah kita lakukan dan istri pun menikmatinya. Kami saling mencintai dan frekuensi bercinta kami seminggu 3 kali. Sekali bercinta bisa 3 atau 4 kali semalam dan gairah kami dalam bercinta sangat tinggi. Pertanyaan saya, masih normalkah durasi bercinta saya? Bagaimana cara biar mempercepat saya keluar? Masih sehat kah kami kalau dalam bercinta semalam 3 atau 4 kali ? Terima kasih.

(Andri, 32, Batam)

JAWAB :

Saya pikir tidak ada yang salah pada fungsi seksual Anda dan istri. Lama hubungan seksual tentu tergantung pada fungsi ereksi dan kemampuan pria mengontrol terjadinya ejakulasi. Kalau fungsi ereksi tidak optimal, cenderung terjadi ejakulasi lebih cepat dan hubungan seksual segera berakhir.

Kalau kontrol ejakulasi tidak baik, ejakulasi terjadi lebih cepat dan hubungan seksual cepat berakhir. Di pihak perempuan, orgasme beberapa kali dapat dicapai bila fungsi ereksi pasangannya baik dan hubungan seksual berlangsung cukup lama.

Demikian juga frekuensi hubungan seksual Anda yang 3-4 kali semalam. Sepanjang itu dilakukan sesuai kemampuan dan kemauan Anda dan istri, dan menyenangkan bagi Anda dan istri, bukanlah masalah. Tetapi pada umumnya frekuensi akan berkurang seiring perjalanan waktu.

http://health.kompas.com/read/2012/03/08/07272478/Seks.yang.Lama.dan.Sering

Rabu, 07 Maret 2012

Ponpes Waria "Senin-Kamis" di Yogyakarta

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - "Waria juga manusia." Ungkapan itu rupanya menjadi dambaan tiap waria untuk dianggap sebagai sesama. Berawal dari keinginan untuk dimanusiakan itu, berdirilah Pondok Pesantren Khusus Waria "Senin-Kamis" yang terletak di Kampung Notoyudan, Kelurahan Pringgokusuman, Kecamatan Gedongtengen, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pondok pesantren (ponpes) ini berdiri setelah salah seorang waria bernama Maryani mengikuti pengajian di pondok pesantren yang berada di Jalan Godean asuhan Kiai Hamroli Harun.. "Dari 3.000 jamaah di sana, saya satu-satunya waria. Hatiku berkecamuk. Saya waria dapat diterima oleh masyarakat, pasti teman yang lain juga dapat diterima," kata pengurus Pondok Pesantren Senin-Kamis Maryani, Kamis (8/3/2012).

Maryani mengatakan, ponpes yang berdiri sejak 2008 ini memiliki 25 santri yang aktif. Kegiatan pondok pesantren mulai dari pengajian, salat berjamaah, belajar membaca Alquran, atau tukar pikiran yang diadakan setiap Minggu sore. Tetapi tidak ada paksaan yang mewajibkan waria masuk dalam ponpes.

"Begitu juga santri bebas untuk memilih menjadi laki-laki atau perempuan, termasuk dalam melaksanakan ibadah salat. Dari 25 santri, 20 santri mengenakan sarung dan lima santri menggunakan mukena. Kadang kalau tidak ada ustaz, salah satu dari kami ada jadi imam saat salat berjamaah," kata Maryani.

Ponpes ini, kata Maryani, bertujuan mewujudkan kehidupan waria yang bertakwa kepada Allah SWT dan bertanggung jawab terhadap diri dan keluarga, serta komunitas, masyarakat, dan negara. Sedangkan misi dari ponpes, masih kata Maryani, yakni mendidik para santri waria menjadi pribadi yang bertakwa dengan berbekal ilmu agama yang kuat dan mampu beradaptasi dan berinteraksi dengan segala lapisan komponen masyarakat.

"Jadi santri kami bekali dengan jiwa mandiri seperti memberikan ketrampilan merias dan ketrampilan lainnya. Harapan saya waria tidak keluar malam dan ngamen di jalanan, karena kerjaan ini sangat menyedihkan," kata dia.

http://regional.kompas.com/read/2012/03/08/14063023/Ponpes.Waria.SeninKamis.di.Yogyakarta

Selasa, 06 Maret 2012

Kriteria Kekasih Prefect dalam Pandangan Pria

PRIA memiliki kriteria tertentu dalam memilih calon pendampingnya. Selain cantik secara fisik, pria secara umum menganggap bahwa kekasih yang sempurna adalah yang memiliki gairah seks tinggi.

Ya, pria memang memercayai bahwa yang sempurna adalah wanita yang memiliki dorongan seks yang tinggi. Selain itu, dalam pandangan pria mereka menyukai wanita yang menarik hati serta siap untuk pergi keluar rumah dalam 10 menit.

Pria pun menganggap bahwa wanita karier yang memeroleh pikiran lebih dari pasangannya atau dapat dikatakan lebih pintar, tetapi pada saat yang sama ingin tinggal di rumah dan membesarkan anak-anak masuk dalam kategori pasangan yang sempurna.

Namun dilansir Times of India, Rabu (7/3/2012), sebuah survei yang dilakukan pada 3.000 lajang justru menampakkan petunjuk bertentangan. Di bagian atas persyaratan daftar kekasih mereka kriteria deretan atas justru dipenuhi dengan syarat harus memiliki pert bottom. Hal itulah yang mungkin membuat alasan mereka masih lajang.

Dari survei tersebut, juga didapat data bahwa tiga perempat dari mereka yang disurvei mengatakan wanita ideal mereka akan menjaga berat badannya, 89 persen lagi di antaranya ingin memiliki wanita yang mau makan banyak tanpa khwatir dengan bobot badannya. Sementara itu, kriteria lainnya yang mengindikasikan wanita sempurna di mata pria yakni memiliki ciri seperti rambut panjang, kurus, dan langsing, serta cukup percaya diri untuk keluar tanpa make up.

"Banyak wanita mungkin sulit memenuhi standar, namun enam dari 10 pria sangat percaya kekasih sempurna yang mereka harapkan ada di luar sana," seperti dikutip dari Nicole Clowes, juru bicara UK Dating saat melakukan jajak pendapat.
Di mata pria, kemampuan untuk terlibat percakapan cerdas tidak menjadi perhatian besar bagi pria. Justru 61 persen lebih memilih seseorang yang suka tertawa dan melemparkan lelucon.

"Tidak banyak wanita yang bisa diajak makan makanan besar setiap hari dan tetap kurus. Dan ada beberapa kebingungan tentang pria ingin berkencan dengan wanita karier atau wanita yang lebih memilih tinggal di rumah bersama anak-anak," tandasnya. (ind)

http://lifestyle.okezone.com/read/2012/03/07/197/588657/kriteria-kekasih-sempurna-dalam-pandangan-pria